Langsung ke isi

Senin–Sabtu 08.00–18.00 · Minggu 08.00–12.00

Penyakit Ayam

Penyakit Ayam dan Obatnya: Ciri Tetelo, Ngorok, Gumboro, dan Berak Kapur

Tim Mitra Ternak PS Toko pakan & obat ternak, dikelola peternak berpengalaman Diperbarui 2 November 2026 · 7 menit baca
Jawaban singkat

Enam penyakit ayam yang umum adalah tetelo, gumboro, ngorok (CRD), snot, berak kapur, dan berak darah. Tetelo dan gumboro disebabkan virus dan tidak ada obatnya, jadi dicegah dengan vaksin. Ngorok, snot, dan berak darah ada obatnya, tetapi pemakaiannya harus tepat. Kenali dulu dari cirinya, lalu tanya kami sebelum membeli obat.

Ayam yang tiba-tiba lesu, ngorok, atau berak putih membuat peternak buru-buru mencari penyakit ayam dan obatnya. Tahan dulu sebelum membeli obat. Kenali penyakitnya dari ciri yang terlihat di kandang, karena obat yang salah tidak menolong dan modal habis percuma.

Di bawah ini ada enam penyakit ayam yang umum: tetelo, gumboro, ngorok (CRD), snot, berak kapur, dan berak darah. Untuk tiap penyakit kami tulis ciri, penyebab, dan apa yang bisa dilakukan. Takaran obat sengaja tidak kami tulis, karena takaran selalu mengikuti label kemasan. Kalau ragu, tanya kami dulu.

Isi artikel
  1. Cek dulu: ciri yang terlihat
  2. 6 penyakit ayam dan obatnya
  3. Langkah pertama saat ayam sakit
  4. Aturan memakai obat ayam
  5. Kapan harus memanggil dokter hewan
  6. Pertanyaan lain

Cek dulu: ciri yang terlihat dan dugaan penyakitnya

Amati ayam yang sakit selama beberapa menit sebelum memutuskan apa pun. Catat umurnya, dengarkan napasnya, dan lihat kotorannya. Tabel ini membantu menebak arah penyakit, bukan memastikannya.

Ciri yang terlihatDugaan penyakit
Napas berbunyi seperti mendengkur, bersin, mata berbusaNgorok (CRD)
Muka bengkak, ingus keluar dari hidungSnot (coryza)
Leher terpuntir, kaki atau sayap lumpuh, kotoran hijau encerTetelo (ND), segera lapor
Umur 3–6 minggu, lesu, bulu kusut, diare encer, saling mematuk duburGumboro
Anak ayam di bawah 4 minggu bergerombol di bawah lampu pemanas, kotoran putih menempel di duburBerak kapur (pullorum)
Diare berat, kotoran bisa berdarah, sekam basahBerak darah (koksi)
Banyak ayam mati mendadak dalam beberapa hariTetelo atau flu burung. Hubungi dokter hewan hari itu juga
Diringkas dari MSD Veterinary Manual. Ciri beberapa penyakit bisa mirip, jadi tanyakan ke dokter hewan bila ragu.

6 penyakit ayam dan obatnya yang umum di kandang

Penyebab penyakit ayam terbagi tiga: virus, bakteri, dan parasit. Pembagian ini menentukan ada obatnya atau tidak. Antibiotik hanya bekerja pada bakteri, sedangkan untuk penyakit karena virus antibiotik tidak menolong.

Infografis penyakit ayam dan obatnya: tetelo dan gumboro disebabkan virus dan tidak ada obatnya; ngorok (CRD), snot, dan berak kapur disebabkan bakteri; berak darah disebabkan parasit koksi.

1. Ciri ayam tetelo (Newcastle disease)

Tetelo disebabkan virus. Ciri ayam tetelo yang paling dikenal peternak adalah leher terpuntir serta kaki atau sayap lumpuh. Sebelumnya sering muncul sesak napas, kotoran hijau encer, dan produksi telur berhenti.

Pada jenis yang ganas, ayam yang mati bisa mencapai 100%, terutama di kandang yang belum divaksin. Obat untuk tetelo tidak ada, jadi pencegahannya lewat vaksin dan kandang yang bersih. Tetelo termasuk penyakit yang wajib dilaporkan, jadi kabari petugas kalau curiga.

2. Gumboro

Gumboro juga karena virus, dan yang diserang adalah kekebalan ayam. Ayam paling rawan pada umur 3–6 minggu. Cirinya: lesu, bulu kusut, diare encer, bulu sekitar dubur kotor, dan ayam saling mematuk dubur.

Hampir semua ayam di satu kandang bisa tertular, sedangkan yang mati antara 5% sampai lebih dari 60%, tergantung jenis virus dan jenis ayamnya. Gumboro tidak ada obatnya. Ayam yang selamat kekebalannya lemah, jadi mudah kena penyakit lain dan vaksin berikutnya kurang mempan. Vaksin gumboro hidup diberikan pada umur 1–21 hari, dengan cara sesuai petunjuk kemasan.

3. Ngorok atau CRD

Peternak menyebut CRD sebagai ngorok karena suara napasnya. Penyebabnya bakteri Mycoplasma gallisepticum. Ciri ayam ngorok: napas berbunyi, susah bernapas, batuk, bersin, ingus keluar, dan mata berbusa.

Banyak ayam bisa sakit, tetapi yang mati sedikit kalau tidak ada penyakit lain yang ikut menumpang. Antibiotik bisa meredakan gejala, tetapi tidak menghilangkan kumannya. Ayam yang sudah tertular membawa kuman ini seumur hidup, dan sebagian kecil telur tetas dari induk yang tertular juga ikut membawa kumannya.

4. Snot (coryza)

Snot disebabkan bakteri Avibacterium paragallinarum. Cirinya: muka bengkak, ingus keluar dari hidung, bersin, dan ayam malas bergerak. Kalau bengkaknya parah, mata ayam sampai tidak bisa terbuka penuh.

Gejalanya muncul cepat, 1–3 hari setelah tertular, dan biasanya berlangsung 2–3 minggu. Karena penyebabnya bakteri, snot ada obatnya. Pilih obatnya lewat konsultasi, jangan asal coba.

5. Berak kapur pada anak ayam (pullorum)

Berak kapur pada anak ayam disebabkan bakteri Salmonella Pullorum. Yang paling sering kena adalah anak ayam di bawah umur 4 minggu. Cirinya: bergerombol di bawah lampu pemanas, tidak mau makan, lemas, dan kotoran putih menempel di sekitar dubur.

Pada 2–3 minggu pertama, kematian bisa mendekati 100%. Kuman ini biasanya menular dari induk lewat telur atau tertular di tempat penetasan, jadi asal DOC sangat menentukan sejak hari pertama. Pengobatan tidak dianjurkan, karena ayam yang sembuh bisa menjadi pembawa kuman. Ayam yang selamat juga sering tumbuh kecil. Penyebab lain ayam kerdil kami bahas di tulisan ayam broiler lambat besar.

6. Berak darah (koksidiosis)

Berak darah disebabkan parasit kecil bernama Eimeria, yang biasa disebut koksi oleh peternak. Ayam muda paling rawan terkena. Cirinya: diare berat, makan dan minum berkurang, berat badan turun, dan produksi telur turun pada ayam petelur. Salah satu jenis koksi membuat usus buntu ayam penuh darah, sehingga kotorannya bisa berdarah.

Bibit koksi berkembang di tempat yang lembap, lalu mencemari pakan, air, debu, dan sekam. Di kandang sekitar Hamparan Perak, Binjai, dan Stabat yang udaranya panas dan lembap, sekam cepat basah, apalagi di sekitar tempat minum. Pencegahannya dengan obat antikoksi atau vaksin koksi untuk anak ayam umur sehari.

Supaya mudah diingat, berikut pembagian penyakit di atas menurut penyebabnya dan ada atau tidaknya obat:

PenyakitObat dan pencegahan
Tetelo (virus)Tidak ada obat. Cegah dengan vaksin dan kandang bersih.
Gumboro (virus)Tidak ada obat. Cegah dengan vaksin umur 1–21 hari.
Ngorok atau CRD (bakteri)Antibiotik meredakan gejala, tetapi kuman tetap ada. Pilih DOC dari pembibit yang bebas penyakit.
Snot (bakteri)Ada obatnya, pilih lewat konsultasi. Pisahkan ayam yang sakit.
Berak kapur (bakteri)Pengobatan tidak dianjurkan. Pilih DOC dari induk yang bebas pullorum.
Berak darah (parasit)Ada obat antikoksi. Jaga sekam tetap kering, atau pakai vaksin koksi.

Langkah pertama saat ayam terlihat sakit

  1. Pisahkan ayam yang sakit dari yang sehat, di kandang atau sekat tersendiri.
  2. Catat umur ayam, berapa ekor yang sakit, dan berapa yang mati setiap hari.
  3. Foto atau rekam ayam yang sakit. Video pendek membantu kami mendengar suara napasnya.
  4. Cek tempat minum dan sekam. Ganti sekam yang basah dan menggumpal.
  5. Keluarkan bangkai dari kandang memakai sarung tangan, lalu cuci tangan.
  6. Tanya dulu sebelum membeli obat, dengan membawa catatan dan foto tadi.
Tips dari kami

Saat bertanya lewat WhatsApp, kirim juga foto kotoran yang masih baru. Warna dan bentuk kotoran sering lebih banyak bercerita daripada foto ayamnya.

Produk terkaitObat & Vitamin AyamProduk resmi pabrik, dengan konsultasi gratis sebelum membeli. Produk terkaitPakan AyamPakan ayam eceran per kg atau per karung.

Aturan memakai obat ayam

Obat ayam yang kami jual adalah produk resmi pabrik, tetapi obat yang tepat pun tetap bisa merugikan peternak kalau cara pakai dan waktunya salah.

  • Takaran dan lama pemberian ikuti label. Jangan menambah takaran sendiri karena ayam belum sembuh.
  • Antibiotik tidak menolong penyakit karena virus, seperti tetelo dan gumboro.
  • Antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan di pakan dilarang sejak 1 Januari 2018 (Permentan No. 14 Tahun 2017).
  • Perhatikan waktu henti obat di label. Ayam yang masih dalam masa itu jangan dipanen dulu.
  • Jangan mencampur beberapa obat sekaligus tanpa bertanya.

Kapan harus memanggil dokter hewan

Hubungi dokter hewan, Puskeswan, atau dinas yang membidangi peternakan di daerah Anda hari itu juga jika:

  • banyak ayam mati mendadak dalam satu sampai tiga hari;
  • beberapa ekor lehernya terpuntir atau lumpuh;
  • ayam tetangga juga sakit dengan ciri yang sama.

Kematian mendadak dalam jumlah besar bisa karena tetelo atau flu burung. Pada flu burung yang ganas, kematian bisa mencapai 100% dalam beberapa hari pada ayam yang belum divaksin. Sebagian jenisnya bisa menular ke manusia walaupun jarang, jadi jangan memegang bangkai dengan tangan kosong dan jangan menjual ayam yang sedang sakit. Laporan cepat membantu petugas mencegah penularan ke kandang lain.

Untuk kasus yang tidak mendadak, mulai dari catatan sederhana: umur, jumlah yang sakit, jumlah yang mati, dan foto kotoran. Kirim ke WhatsApp kami, lalu kita cari obat yang memang cocok untuk penyakitnya.

Pertanyaan lain

Apakah ayam tetelo bisa sembuh dengan obat?

Tidak ada obat untuk tetelo. Vitamin maupun antibiotik tidak membunuh virusnya. Yang bisa dilakukan adalah memisahkan ayam yang sakit, menjaga ayam yang lain, dan memberi vaksin pada kelompok ayam berikutnya. Kalau banyak yang mati, segera hubungi dokter hewan.

Kenapa ngorok sering kambuh walau sudah diobati?

Antibiotik hanya meredakan gejala CRD. Kumannya tetap tinggal di tubuh ayam seumur hidup, sehingga gejala bisa muncul lagi. Karena itu, pilih DOC dari pembibit yang bebas penyakit.

Apakah berak kapur sama dengan gumboro?

Berbeda. Berak kapur disebabkan bakteri dan menyerang anak ayam di bawah 4 minggu, dengan kotoran putih menempel di dubur. Gumboro disebabkan virus, paling sering pada umur 3–6 minggu, dengan diare encer dan bulu kusut. Kalau ragu, kirim foto ayam dan kotorannya ke kami.

Di mana beli obat dan vitamin ayam di sekitar Binjai, Stabat, dan Hamparan Perak?

Toko Mitra Ternak PS ada di Jl. Tengku Amir Hamzah, Hamparan Perak. Dari Binjai Utara sekitar 16 menit naik motor, dan dari Stabat sekitar 18 menit. Kami buka Senin sampai Sabtu pukul 08.00–18.00 WIB, Minggu 08.00–12.00 WIB. Tanya stok lewat WhatsApp dulu, atau lihat lokasi dan jam buka.

Rujukan: MSD Veterinary Manual, diakses November 2026. Bab yang dipakai: Newcastle Disease, Infectious Bursal Disease, Mycoplasma gallisepticum Infection, Infectious Coryza, Pullorum Disease, Coccidiosis, dan Avian Influenza. Larangan antibiotik pemacu pertumbuhan: Permentan No. 14 Tahun 2017, diberitakan Kontan, 8 November 2017.