Ayam Broiler Lambat Besar? Ini Penyebab dan Cara Agar Cepat Besar
Ayam broiler biasanya lambat besar karena salah satu dari lima hal: DOC kurang bagus, suhu pemanas minggu pertama tidak pas, pakan atau air minum kurang, kandang terlalu padat dan panas, atau penyakit. Timbang 10 ekor tiap minggu, bandingkan dengan tabel bobot di bawah, lalu perbaiki penyebabnya sejak minggu pertama.
Ayam broiler lambat besar adalah keluhan yang paling sering kami dengar dari peternak yang belanja di toko. Umur sudah tiga minggu tapi badannya masih kecil, atau besarnya tidak rata: ada yang gemuk, ada yang tertinggal jauh. Padahal setiap hari ayam terlambat tumbuh, pakan tetap habis dan modal tetap jalan.
Kabar baiknya, sebagian besar penyebabnya bisa dicek sendiri di kandang. Di artikel ini kami bahas cara mengetahui ayam Anda tertinggal atau tidak, lima penyebab yang paling umum, dan langkah-langkah agar ayam broiler cepat besar.
Isi artikel
Cara tahu ayam broiler Anda lambat besar: cek standar berat badan
Jangan hanya menebak dari mata. Timbang 10 ekor secara acak dari beberapa sudut kandang, seminggu sekali di jam yang sama, misalnya pagi sebelum diberi pakan. Hitung rata-ratanya, lalu bandingkan dengan standar berat badan ayam broiler per minggu berikut.
| Umur | Standar berat badan (rata-rata) |
|---|---|
| Saat datang (DOC) | 42 gram |
| 7 hari | 202 gram |
| 14 hari | 570 gram |
| 21 hari | 1.116 gram |
| 28 hari | 1.783 gram |
| 35 hari | 2.521 gram |
Di kandang terbuka di daerah panas seperti Hamparan Perak, Binjai, dan Deli Serdang, bobot nyata biasanya sedikit di bawah angka ini, dan itu wajar. Yang perlu diwaspadai adalah kalau rata-rata tertinggal jauh dari target, atau selisih ayam besar dan ayam kecil makin lebar dari minggu ke minggu.
Patokan paling penting ada di minggu pertama. Pada umur 7 hari, bobot anak ayam idealnya sudah sekitar 4 sampai 5 kali bobot saat datang. Kalau minggu pertama sudah tertinggal, biasanya sulit dikejar di minggu-minggu berikutnya.
Catat hasil timbangan di buku kecil atau di HP: tanggal, umur, bobot rata-rata, dan berapa karung pakan yang sudah habis. Kalau ayam tertinggal, catatan ini membantu kami melacak penyebabnya waktu Anda bertanya.
5 penyebab ayam broiler lambat besar
1. DOC (anak ayam) kurang bagus
Kualitas DOC adalah salah satu penyebab utama ayam broiler kerdil di peternakan. DOC yang kecil, lemas, atau pusarnya belum tertutup sempurna sulit tumbuh normal walaupun dirawat dengan baik.
Saat DOC datang, periksa: anak ayam lincah dan bersuara nyaring, mata cerah, pusar kering dan tertutup, kaki tidak keriput, dan besarnya hampir sama. Kalau banyak yang lemah, foto dan laporkan ke penjual DOC hari itu juga.
2. Suhu pemanas di minggu pertama tidak pas
DOC belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri, jadi sangat bergantung pada pemanas. Kesalahan suhu di dua minggu pertama sering tidak bisa dikejar lagi. Gunakan termometer di area anak ayam, setinggi badan ayam.
| Umur | Suhu di area anak ayam |
|---|---|
| 0–3 hari | 32–34 °C |
| 4–7 hari | 30–32 °C |
| Minggu ke-2 | 28–30 °C |
| Minggu ke-3 | 26–28 °C |
Perilaku ayam adalah termometer yang paling jujur:
- Bergerombol di bawah pemanas: kedinginan.
- Menjauh dari pemanas, sayap terbuka, napas terengah: kepanasan.
- Menyebar merata, aktif makan dan minum: suhunya pas.
3. Pakan dan air minum kurang atau tidak pas
- Tempat pakan dan tempat minum terlalu sedikit, sehingga ayam kecil kalah rebutan.
- Pakan tidak sesuai umur. Anak ayam perlu pakan awal (starter) yang butirannya halus, baru kemudian pakan lanjutan.
- Pakan apek, menggumpal, atau berjamur, yang sering terjadi di musim hujan. Jamur menghasilkan racun yang mengganggu pencernaan dan pertumbuhan.
- Air minum kotor, habis di siang hari, atau tempat minum terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Ingat: ayam tidak mau makan kalau tidak minum. Air bersih harus selalu ada, apalagi di siang hari yang panas.
4. Kandang terlalu padat, panas, dan pengap
Broiler menghasilkan banyak panas dari tubuhnya. Kalau kandang terlalu padat dan udara tidak mengalir, ayam kepanasan (heat stress), malas makan, dan pertumbuhannya turun.
Untuk kandang terbuka di daerah tropis, kepadatan sekitar 8 ekor per meter persegi menjelang panen memberi hasil lebih baik daripada 12 ekor per meter persegi. Bau amonia yang menyengat dan sekam yang basah juga tanda kandang perlu dibenahi: buka tirai saat siang, perbaiki tempat minum yang bocor, dan ganti sekam yang menggumpal.
5. Penyakit, terutama yang menyerang pencernaan
Ayam yang sakit memakai tenaganya untuk melawan penyakit, bukan untuk tumbuh. Yang sering membuat broiler tertinggal antara lain koksidiosis (berak berdarah), penyakit pernapasan seperti ngorok, dan gangguan pencernaan lain. Penyebab ayam broiler kerdil pun sering campuran: DOC lemah, ditambah infeksi dan suhu yang tidak pas.
Kalau ayam lesu, bulu kusam dan berdiri, kotorannya berubah warna, atau kematian naik, jangan menebak-nebak obat. Kirim foto ayam dan kotorannya lewat WhatsApp ke kami. Kalau kematiannya banyak, segera hubungi dokter hewan. Pilihan obat dan vitamin sesuai gejala ada di halaman Obat & Vitamin Ayam.
7 cara agar ayam broiler cepat besar
- Siapkan kandang sebelum DOC datang. Kandang bersih, sekam kering, dan pemanas sudah menyala beberapa jam sebelumnya supaya lantai dan udara sudah hangat.
- Pilih DOC yang sehat dan seragam. Periksa saat datang seperti dijelaskan di atas.
- Jaga suhu sesuai umur. Ikuti tabel suhu dan perhatikan perilaku ayam, terutama di dua minggu pertama.
- Beri pakan sesuai umur, dan cukupkan tempat pakan serta minum. Simpan pakan di tempat kering, di atas palet, dan habiskan dulu karung yang lebih dulu dibeli. Pilihan pakan ada di halaman Pakan Ayam.
- Atur kepadatan dan aliran udara. Lebarkan sekat seiring ayam membesar, dan buka-tutup tirai mengikuti cuaca.
- Timbang setiap minggu. Ayam yang jauh lebih kecil dipisahkan ke sekat sendiri supaya tidak kalah rebutan pakan dan bisa diperhatikan lebih.
- Jaga kesehatan. Ikuti program vaksin dari penyedia DOC atau dokter hewan. Saat cuaca panas, setelah vaksin, atau setelah pindah kandang, vitamin dan elektrolit membantu ayam tetap mau minum dan makan. Pakai sesuai takaran di label.
Tidak ada obat ajaib agar broiler cepat besar
Banyak yang bertanya obat atau suntikan supaya broiler cepat besar. Pertumbuhan broiler yang cepat berasal dari bibit, pakan, dan perawatan, bukan dari hormon. Antibiotik sebagai pemacu pertumbuhan di pakan juga sudah dilarang pemerintah sejak 1 Januari 2018. Antibiotik hanya untuk mengobati ayam yang sakit, sesuai petunjuk dokter hewan.
Jadi kalau ayam lambat besar, kembali ke lima penyebab di atas. Biasanya jawabannya ada di sana.
Kapan harus segera minta bantuan
- Kematian naik tiba-tiba dalam satu atau dua hari.
- Banyak ayam berak berdarah, ngorok, atau lumpuh.
- Bobot rata-rata sudah tertinggal jauh di minggu pertama dan kedua.
Pisahkan ayam yang sakit, lalu hubungi dokter hewan atau Dinas Peternakan terdekat. Untuk pertanyaan pakan, vitamin, dan obat, kami siap membantu lewat WhatsApp atau langsung di toko.
Pertanyaan lain
Umur berapa ayam broiler bisa dipanen?
Umumnya 4 sampai 5 minggu, tergantung berat yang diminta pembeli. Menurut tabel target di atas, bobot umur 28 hari sekitar 1,8 kg dan umur 35 hari sekitar 2,5 kg.
Kenapa berat badan ayam broiler tidak merata?
Biasanya karena DOC sudah tidak seragam sejak awal, tempat pakan dan minum kurang sehingga ayam kecil kalah rebutan, atau suhu di area pemanas tidak merata. Timbang dan pisahkan ayam kecil sejak minggu pertama.
Apakah vitamin bisa membuat broiler cepat besar?
Vitamin membantu saat ayam stres, misalnya cuaca panas, pindah kandang, atau setelah vaksin. Tapi vitamin tidak bisa menggantikan pakan, air, dan suhu yang benar. Pakai sesuai takaran di label.
Di mana beli pakan dan vitamin broiler di sekitar Binjai dan Hamparan Perak?
Toko Mitra Ternak PS ada di Jl. Tengku Amir Hamzah, Hamparan Perak, sekitar 25 menit dari pusat Kota Binjai. Pakan bisa dibeli eceran per kg atau per karung. Cek stok dan harga lewat WhatsApp sebelum datang, atau lihat lokasi dan jam buka.
Rujukan: target bobot dari Cobb500 Broiler Performance & Nutrition Supplement (2022); larangan antibiotik pemacu pertumbuhan dari Permentan No. 14 Tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan.